Kamis, 27 Mei 2010

Bonsai lintas batas


BONSAI YANG ANDA BANGET........

Dewasa ini bonsai oleh beberapa pakar mulai dimasukkan dalam suatu ranah seni khususnya masuk dalam ranah seni rupa. Konsekuensi logis dari penggolongan bonsai menjadi bagian dari ranah seni rupa adalah bahwa karya seni bonsai harus memenuhi kaidah-kaidah sebagai benda seni rupa. Oleh karena itu bonsai untuk dapat disebut sebagai hasil karya seni rupa yang bermutu tinggi maka untuk membuatnya para seniman bonsai perlu memahami tentang ilmu seni rupa. Pemahaman ilmu seni rupa merupakan prasyarat wajib bagi para seniman bonsai untuk dapat menjadi landasan konsep pembuatan suatu seni bonsai.

Jika seorang seniman bonsai telah memahami tentang ilmu seni rupa maka diharapkan seniman tersebut akan memiliki keinginan serta imajinasi-imajinasi yang indah, berani, liar namun dapat dipertanggungjawabkan secara ilmu seni rupa. Diharapkan pemahaman yang memadai tentang dasar-dasar seni rupa akan menjadi pemicu dan katalis dalam penciptaan hasil karya seni bonsai yang bermutu tinggi.

Ketika seniman bonsai telah dipengaruhi oleh dasar seni rupa maka dalam benak pikirannya saat membuat bonsai tentunya akan muncul unsur-unsur seni rupa seperti garis, warna, tekstur, keseimbangan, komposisi, dimensi, total performance. Waduh! Koq banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan untuk dapat membuat sebuah karya seni bonsai? Koq malah jadi ribet, ruwet dan sebagainya? Itu pertanyaan-pertanyaan mendasar yang akan muncul ketika awal teori-teori seni rupa dijadikan pertimbangan dalam membuat seni bonsai, tetapi ketika sudah diterapkan dan seniman memiliki rasa yang peka maka semuanya akan mengalir begitu saja. Sebuah karya seni bonsai yang bermutu tinggi tidak mesti ruwet, muter-muter, kompleks dan sebagainya. Justeru sebuah karya seni bonsai yang bermutu tinggi adalah karya seni bonsai yang penuh kesederhanaan namun mampu menampilkan seluruh unsur-unsur seni rupa secara pas.

Seorang seniman bonsai untuk dapat menghasilkan karya yang bermutu tinggi juga harus berani mengekplorasi setiap kemungkinan yang ada baik dari segi pemanfaatan bahan pokok, material pendukung maupun dari segi konsep bonsai yang hendak diwujudkan serta cara-cara pengerjaan. Bahkan jika perlu harus berani bersifat kontemporer yaitu melawan, menentang kaidah-kaidah yang selama ini telah mapan dengan cara-cara atau kaidah yang baru yang dapat dipertanggungjawabkan namun mampu memberikan hasil yang jauh lebih baik dari kaidah yang telah ada.
Keberanian para seniman bonsai untuk bersifat kontemporer menurut pendapat penulis akan lebih mampu mendorong munculnya kreativitas-kreativitas “nakal dan liar” dari para seniman sehingga hasil karya seni bonsai tidak hanya yang seperti itu-itu saja.

Fakta sejarah menunjukkan bahwa perkembangan kemajuan jaman diperoleh dari usaha-usaha yang terkadang melawan kaidah yang telah ada, berasal dari upaya yang nekat dan berhasil. Kenapa hal ini tidak kita coba untuk berkarya di bidang seni bonsai yang dasarnya merupakan hobby yang kecenderungannya untuk memuaskan hasrat hati atau egoisme pribadi? Kenapa untuk hobby kesenangan hati, kita masih mau dibelenggu dengan aturan-aturan yang diciptakan oleh orang lain yang belum tentu cocok untuk kita?

Oleh karenanya, sekarang beranikah Anda untuk menghasilkan karya seni bonsai yang bersifat Anda banget? Narsis bukanlah dosa!

AKSISAIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar